Besok Lebaran???
written by epho
disuatu kompleks di
tengah hiruk pikuk kota, nampak sebuah rumah kostan yang dihuni oleh
dua keluarga. dalam kesehariannya kedua keluarga ini tidak pernah akur
dan saling memamerkan kelebihannya masing-masing,
pada suatu ketika keluarga dari galib berada didepan
rumah dan bercerita tentang kekayaannya sendiri, lalu dari dalam rumah
muncul lagi keluarga yang lainnya, yang tidak lain adalah keluarga
Yanto yang juga tidak mau kalah dengan keluarga si galib, lalu mereka
saling ricuh membesar-besarkan kekayaannya, dan perlahan-lahan mulai
saling menyinggung satu sama lain. mereka mulai emosi, dan bisa dikata
mulai memamerkan fisik mereka.
sedang dalam puncak emosi, tiba-tiba muncul penjual
baju (daeng-daeng, epho namanya)...dan mencoba menawarkan jualannya.
kedua keluarga tersebut bukannya mau membeli malah diam dan akhirnya si
daeng tadi pulang dengan keheranan. dan kembali mereka beradu argumen,
dan lagi-lagi muncul anak kecil,yang dengan santainya menegur kedua
keluarga tadi, bukannya redah malah si anak kecil (thamrin) tadi
dipanggil dan menjadi sasaran kemarahan mereka. setelah selesai menjadi
bahan ocehan anak kecil tadi pergi dengan diam-diam dan sedikit keluar
dari halaman rumah kedua keluarga tadi, anak itu mencoba mengeluarkan
ayat yang berhubungan dengan silaturahim atau sejenisnya, bukannya
mendengarkan malah si anak kecil tadi dilempari pakai sendal. setelah
anak kecil tadi berlalu, kemudian kedua suami mereka berpamitan untuk
mengais rezeki, salah seorang dari mereka menggunakan pakaian yang
norak dan satunya lagi menggunakan atribut ojek.
............
disebuah kedai yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah keduanya...
nampak seorang penjual yang sudah berumur namanya
(Opa Parid)..dan seorang pembeli (epho) yang sedang asik minum kopi dan
berdiskusi dengannya.
lalu dari kejahuan nampak dua orang berjalan saling
bersenggolan bahu, lalu mereka duduk mengapit epho dan memesan kopi
yang menjadi langganan mereka dari samping kedai nampak thamrin berdiri
menirukan (Pak Mus) kalau galib sedikit saj gulanya, tapi kalau yanto
dikase garam sedikit...keduanya berdiri dan memperhatikan thamrin
dengan tatapan tajam. thamrinpun berlalu...namun seseorang yang berada
di tengah mereka merasa risih dan mecoba beranjak dari tempatnya, namun
keduanya menahan bahunya dan menanyakan asal dari si epho (seperti
menginterogasi maling begitu)....tidak lama kemudian beranjaklah Galib
dan lupa membayar Kopinya..(biasa Kasbon)lelu terjadi percakapan curhat
antara penjual dengan Yanto, sesekali epho nyundul tapi tetap
mendapatkan tatapan tajam..ditengah-tengah perbincangan terdengar
teriakan dari kejahuan...lalu muncul pak RT (papa Iphonk), dan
memberikan informasi tentang kejadian tadi, dan usut punya usut
ternyata suara sirene tadi itu berasal dari mobil patroli polisi yang
menangkap bandar kupon putih yang tidak lain adalah galib, setelah
mendengarkan informasi tadi tidak lama kemudian muncul kedua istri
bersama dengan thamrin dan bertanya tentang kejadian yang tadi, lalu
pak RT memberikan wejangan kepada warganya...to be continued...