Monday, July 13, 2015

Besok Lebaran???
written by epho


disuatu kompleks di tengah hiruk pikuk kota, nampak sebuah rumah kostan yang dihuni oleh dua keluarga. dalam kesehariannya kedua keluarga ini tidak pernah akur dan saling memamerkan kelebihannya masing-masing,
pada suatu ketika keluarga dari galib berada didepan rumah dan bercerita tentang kekayaannya sendiri, lalu dari dalam rumah muncul lagi keluarga yang lainnya, yang tidak lain adalah keluarga Yanto yang juga tidak mau kalah dengan keluarga si galib, lalu mereka saling ricuh membesar-besarkan kekayaannya, dan perlahan-lahan mulai saling menyinggung satu sama lain. mereka mulai emosi, dan bisa dikata mulai memamerkan fisik mereka.
sedang dalam puncak emosi, tiba-tiba muncul penjual baju (daeng-daeng, epho namanya)...dan mencoba menawarkan jualannya. kedua keluarga tersebut bukannya mau membeli malah diam dan akhirnya si daeng tadi pulang dengan keheranan. dan kembali mereka beradu argumen, dan lagi-lagi muncul anak kecil,yang dengan santainya menegur kedua keluarga tadi, bukannya redah malah si anak kecil (thamrin) tadi dipanggil dan menjadi sasaran kemarahan mereka. setelah selesai menjadi bahan ocehan anak kecil tadi pergi dengan diam-diam dan sedikit keluar dari halaman rumah kedua keluarga tadi, anak itu mencoba mengeluarkan ayat yang berhubungan dengan silaturahim atau sejenisnya, bukannya mendengarkan malah si anak kecil tadi dilempari pakai sendal. setelah anak kecil tadi berlalu, kemudian kedua suami mereka berpamitan untuk mengais rezeki, salah seorang dari mereka menggunakan pakaian yang norak dan satunya lagi menggunakan atribut ojek.
............
disebuah kedai yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah keduanya...
nampak seorang penjual yang sudah berumur namanya (Opa Parid)..dan seorang pembeli (epho) yang sedang asik minum kopi dan berdiskusi dengannya.
lalu dari kejahuan nampak dua orang berjalan saling bersenggolan bahu, lalu mereka duduk mengapit epho dan memesan kopi yang menjadi langganan mereka dari samping kedai nampak thamrin berdiri menirukan (Pak Mus) kalau galib sedikit saj gulanya, tapi kalau yanto dikase garam sedikit...keduanya berdiri dan memperhatikan thamrin dengan tatapan tajam. thamrinpun berlalu...namun seseorang yang berada di tengah mereka merasa risih dan mecoba beranjak dari tempatnya, namun keduanya menahan bahunya dan menanyakan asal dari si epho (seperti menginterogasi maling begitu)....tidak lama kemudian beranjaklah Galib dan lupa membayar Kopinya..(biasa Kasbon)lelu terjadi percakapan curhat antara penjual dengan Yanto, sesekali epho nyundul tapi tetap mendapatkan tatapan tajam..ditengah-tengah perbincangan terdengar teriakan dari kejahuan...lalu muncul pak RT (papa Iphonk), dan memberikan informasi tentang kejadian tadi, dan usut punya usut ternyata suara sirene tadi itu berasal dari mobil patroli polisi yang menangkap bandar kupon putih yang tidak lain adalah galib, setelah mendengarkan informasi tadi tidak lama kemudian muncul kedua istri bersama dengan thamrin dan bertanya tentang kejadian yang tadi, lalu pak RT memberikan wejangan kepada warganya...to be continued...